LEMKASPA: Menhan Jangan Over Acting Terhadap Aceh

Editor: REDAKSI author photo
Bagikan:
Komentar
Samsul Bahri Ketua Lemkaspa
PENGAWAL | BANDA ACEH - Wacana Referendum yang dilontarkan oleh Muzakir Manaf meguncang jagad Nusantara. Tak tanggung-tanggung stetement Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka membuat publik Aceh ingin secepatnya telaksana Referendum Jilid II.

Menyikapi wacana Referendum yang diutaran Muzakir Manaf (Mualem) Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu  Pertanahan Negara meminta Mualem untuk tidak membuat kegaduhan ditengah Masyarakat Aceh. Menham juga mengatakan apabila ini terjadi maka aksi militer kembali terjadi di Aceh.

Menanggapi pernyataan (Menham) Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Stretegis (Lemkaspa), Samsul mengatakan, "Menilai pernyataan Menteri Pertahanan Negera terlalu Over Acting," Kata Samsul kepada media Jum'at, (31/05/2019).

"Aksi militer justru memperkeruh suasana di seluruh Indonesia, Pak Menteri jangan terlalu Over Acting terhadap Aceh. Pusat seharusnya intropeksi diri dulu terkiat point-point perjanjian yang pernah di sepakati secara bersama,"Ungkap Samsul

Samsul juga menyampaikan, "Bahwa munculnya wacana Referendum yang diutarakan oleh Mualem sebagai bentuk kekecewaan terhadap pusat Pasca Perjanjian Damai antara Pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia.

"Ini sebenarnya sikap dari kekecewaan Mualem terhadap pusat terkait dengan isi Nota kesepakatan,"Ungkapnya Samsul.

Lebih lanjut tambah Samsul, "ada beberapa hal penting yang seharus diselesaikan secara mendesak pasca MoU malah diabaikan oleh pihak Indonesia.

"Misalnya terkait Lambang dan Bendera Aceh, kemudian Tapal Batas Wilayah Aceh yang merujuk pada perjanjian peta 1 Juli 1956, belum lagi terkait dengan sektor Perbankan dan Nilai tukar mata Uang. Ini sama sekali tidak pernah dibicarakan, dan saya menilai pihak Indonesia tidak ada niat untuk mengimplememtasi secara menyeluruh hasil perjanjian.

"Malah yang disepakati oleh pihak Indonesia hanya persoalan kecil dari hasil perjanjian. Semestinya persoalan krusial yang harus diselesaikan supaya tidak menimbulkan gejolak dikemudian hari," tutup Samsul.(H)
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini