Aktivis Desak DPRK Simeulue Tinjau Jalan Lamerem-Lewak

Editor: REDAKSI author photo
Bagikan:
Komentar
Irsadul Aklis selaku Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) 
PENGAWAL|SINABANG - Salah seorang mantan aktivis mahasiswa Simeulue mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Simeulue untuk segera melakukan Kunjungan Kerja meninjau jalan Lamerem-Lewak yang diduga terbengkalai.

Irsadul Aklis selaku Alumni Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) mengecam keras atas perlakuan Direktur PT. Toleransi Aceh yang dinilai hanya meraup keuntungan saja tanpa memikirkan kepentingan orang banyak.

"Saya mengecam keras atas perlakuan PT. Toleransi Aceh yang hanya meraup keuntungan sepihak, tanpa memikirkan nasib rakyat" Ungkap Sekretaris Mahasiswa Simeulue ini

Irsadul yang juga sebagai mantan Presma disalah satu perguruan tinggi di Aceh mengatakan pengerjaan proyek pengaspalan jalan Lamerem-Lewak Kecamatan Alafan Simeulue belum selesai dikerjakan oleh pihak rekanan.

"Proyek peningkatan jalan dengan anggaran sebesar Rp. 9.6 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 kini terbengkalai”. Ungkap Irsadul, dengan nada kecewa.

Ia menambahkan, dari website lpse.simeuluekab.go.id, proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Toleransi Aceh, dan diduga mantan anggota DPRK Simeulue sebagai kuasa direktur.

Tersendatnya pengerjaan proyek tersebut menurut informasi karena pihak rekanan tidak membayar penuh biaya pegerjaan kepada penyedia jasa yaitu Aceh Lintas Sumatera (ALS) sehingga jalan tersebut dikerjakan sesuai besaran dana.

Menanggapi persoalan tersebut, Irsadul meminta kepada DPRK Simeulue, khususnya komisi C untuk segera melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk meninjau jalan Lamerem-Lewak yang terbengkalai itu.

"Saya minta dari DPRK Simeulue, khususnya komisi C agar segera melakukan Kunker untuk melihat jalan Lamerem-Lewak yang sudah tidak dikerjakan lagi" Ujar Irsadul

"Kenapa jalan Baturagi-Miteum kemaren komisi C begitu cepat responnya, tapi jalan Lamerem-Lewak yang sudah lama terbengkalai tidak ada respon sampai hari ini. Kan menjadi tanda-tanya bagi masyarakat".()
Bagikan:
Pengawal.id:
Berita Terkini
Komentar

Terkini